Dorong Digitalisasi, Sinau Bareng SUMU Tulungagung Kupas Tuntas Strategi Cuan di TikTok dan Shopee Affiliate
TULUNGAGUNG — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung sukses menggelar program peningkatan kapasitas bertajuk Sinau Bareng SUMU Tulungagung yang berfokus pada strategi affiliate marketing. Kegiatan yang mengupas tuntas cara mendulang cuan melalui platform TikTok dan Shopee ini berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, bertempat di Kopi Pa’i, Gang Roda, Ngunut, Tulungagung. Menggandeng praktisi berpengalaman sebagai narasumber, agenda strategis ini dihadiri oleh puluhan anggota serikat beserta masyarakat umum yang ingin mengoptimalkan bisnis digital dan memperluas pasar UMKM di era modern.
Urgensi Affiliate Marketing bagi Pelaku Usaha Lokal
Perkembangan teknologi memaksa pelaku usaha lokal untuk terus beradaptasi agar tidak tergerus zaman. Program Sinau Bareng SUMU Tulungagung ini hadir sebagai respons nyata terhadap kebutuhan pasar digital yang dinamis. Agenda ini diinisiasi langsung oleh Bidang Usaha dan Akselerasi SUMU Tulungagung yang dikomandani oleh Agung Hartadi, sosok yang dikenal luas sebagai CEO Pecah Telur.
Dalam pelatihan intensif ini, para peserta dibekali dengan berbagai materi esensial yang sangat aplikatif. Pembahasan dimulai dari dasar-dasar affiliate marketing, taktik jitu membangun konten yang memicu konversi penjualan, teknik live selling yang interaktif, hingga manajemen konsistensi akun digital. Strategi ini dinilai menjadi kunci utama untuk menembus algoritma platform besar seperti TikTok dan Shopee.
Rahasia Sukses Membangun Kepercayaan Audiens
Menghadirkan narasumber berkompeten menjadi pembeda dalam pelatihan kali ini. Fendri Lukmanto, pemilik jaringan studio live affiliate sekaligus pemilik APJ Apotek Jaya Karta, hadir membagikan pengalaman praktisnya di dunia digital. Fendri membedah potensi besar yang bisa diraih oleh siapa saja, bahkan tanpa harus memiliki produk sendiri terlebih dahulu.
"Sekarang peluang mendapatkan penghasilan itu terbuka sangat luas. Bahkan dari live jualan sederhana, orang bisa mendapatkan omzet besar. Yang penting mau belajar, konsisten, dan memahami cara membangun interaksi dengan audiens," ujar Fendri di hadapan peserta.
Fendri menambahkan bahwa keberhasilan di dunia digital tidak terjadi dalam semalam. Menurutnya, pemanfaatan fitur di platform belanja daring membutuhkan pendekatan personal yang matang agar audiens tertarik melakukan transaksi.
"Affiliate itu bukan hanya soal keranjang kuning atau checkout. Kuncinya ada pada bagaimana kita membangun konten yang relatable dan membuat orang percaya dengan apa yang kita rekomendasikan," imbuh Fendri mempertegas materi pelatihan.
Ruang Belajar Aplikatif untuk Generasi Muda dan UMKM
Langkah taktis SUMU Tulungagung ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Platform ini dirancang bukan sekadar sebagai wadah berkumpul, melainkan sebagai inkubator bisnis yang mampu melahirkan pengusaha digital baru yang adaptif.
Koordinator Daerah SUMU Tulungagung, Lutfy Azizah, menegaskan bahwa program ini dibuat untuk menjawab tantangan nyata para pelaku usaha hari ini. Kebutuhan akan literasi digital yang praktis menjadi latar belakang utama penyelenggaraan acara.
"SUMU ingin menjadi tempat bertumbuh bersama. Bukan hanya membangun relasi, tetapi juga menghadirkan ilmu dan peluang yang bisa langsung dipraktikkan oleh anggota," kata Lutfy.
Menolak Tertinggal di Era Transformasi Digital
Lutfy memaparkan bahwa pergeseran perilaku konsumen dari luring ke daring harus direspons dengan cepat. Komunitas usaha, terutama di daerah, wajib mengambil peran aktif agar roda ekonomi lokal tetap berputar kencang.
"Perubahan dunia usaha bergerak sangat cepat. Karena itu, SUMU ingin memastikan anggota tidak tertinggal dan mampu membaca peluang baru yang muncul di era digital," tutur Lutfy.
Rekam Jejak Kolaborasi dan Sinergi Ekonomi Komunitas
Kegiatan Sinau Bareng ini bukan merupakan agenda tunggal tanpa arah yang jelas. SUMU Tulungagung memiliki komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan saling mendukung. Penguatan jaringan internal menjadi pondasi dasar sebelum mengeksplorasi pasar yang lebih luas.
Pemilihan lokasi acara di Kopi Pa’i, Gang Roda, Ngunut, merupakan bagian dari strategi kolaborasi internal. Kafe tersebut merupakan lini bisnis milik Ahmad Nabih, seorang anggota aktif SUMU Tulungagung yang sukses mengelola beberapa jaringan warung kopi di wilayah Tulungagung.
Ke depan, manajemen organisasi berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan edukasi secara bergiliran di tempat usaha milik anggota lainnya. Model perputaran ekonomi internal ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas bisnis sesama anggota serikat.
Dampak Nyata dan Pembentukan Kelompok Eksekusi
Program ini langsung memicu pergerakan baru di kalangan peserta. Tidak berhenti pada sesi teori, SUMU Tulungagung langsung mengambil langkah konkret untuk memastikan materi yang didapat bisa menghasilkan dampak finansial yang nyata.
Pasca-kegiatan, pengurus mengumumkan rencana pembentukan kelompok eksekusi affiliate. Kelompok kerja ini akan berfungsi sebagai wadah praktik bersama sekaligus sarana pemantauan berkala bagi perkembangan akun para peserta. Dengan pendampingan yang terukur, proses belajar diharapkan berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan menghasilkan omzet konsisten.
Melalui konsistensi program Sinau Bareng, komitmen ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha komunal yang tangguh. Sinergi ini tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi percepatan ekonomi digital masyarakat Tulungagung secara luas.
Bagaimana pendapat Anda mengenai langkah SUMU Tulungagung dalam menggerakkan ekonomi digital lewat program affiliate ini? Apakah model pelatihan seperti ini efektif untuk mendongkrak omzet UMKM di daerah Anda?

0Komentar